Istri Gus Dur Somasi Sekjen PKB

Jumat, 27 Desember 2013  00:08

Istri Gus Dur Somasi Sekjen PKB
JAKARTA (BM) — Keluarga Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mereaksi keras pencatutan gambar dan nama mantan Presiden RI itu di sejumlah atribut kampanye calon anggota legislatif (caleg) Partai Kebangkitan Bangsa, Imam Nahrawi yang bertebaran di Dapil I Jatim (Surabaya-Sidoarjo). Istri Gus Dur, Sinta Nuriyah yang gerah dengan tindakan itu mengancam akan menggugat PKB dan calegnya yang mencatut gambar dan nama mendiang suaminya untuk menarik simpati masyarakat Jatim.
 
Sinta Nuriyah menuding Imam Nahrawi sengaja mendompleng nama besar suaminya untuk merebut simpati masyarakat -khususnya warga nahdliyin pecinta Gus Dur- di Dapil I Jatim demi kepentingan pencalegan. Menurut Sinta, atribut kampanye Imam Nahrawi yang menggunakan foto dan slogan "PKB Penerus Perjuangan Gus Dur” jelas merupakan pelecehan terhadap nama mantan Ketua Umum PBNU itu dan keluarganya. 
 
”Penggunaan nama dan gambar Gus Dur itu tanpa izin keluarga. Ya itu namanya pencuri," tegas Sinta di sela-sela Deklarasi Perempuan NasDem di Jatim, Kamis (26/12). 
 
Sinta menegaskan, pihaknya segera melayangkan somasi kepada Sekjen PKB, Imam Nahrawi untuk mencabut seluruh atributnya dan caleg PKB lain yang bergambar Gus Dur dan mencatut namanya tanpa seizin keluarga.
 
"Kami akan melakukan somasi kepada partai politik yang menggunakan foto Gus Dur, atau apapun yang berbau Gus Dur," ujarnya.
Protes keras Sinta ini bukan bagian dari manuver politik. Ia mengungkapkan, almarhum suaminya  sempat menulis wasiat yang berisi perintah kepada keluarganya agar melarang parpol atau politisi yang memasang nama dan gambarnya untuk partai atau caleg sebagai atribut alat peraga kampanye.

"Surat wasiat itu dibuat pengacara Gus Dur, dan ditandatangani sendiri oleh Gus Dur. Isinya, barang siapa yang menggunakan gambar atau nama Gus Dur harus disomasi.Ini berarti nama Gus Dur tidak bisa digunakan oleh Partai Politik," tegasnya. 
 
Sementara itu, Ketua Gusdurian Jatim, Ahmad Arizal mengatakan bahwa PKB yang sekarang adalah penghianat Gus Dur. Sebab merekalah yang telah melengserkan Gus Dur dari jabatan Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB. "Mereka ini sudah jelas penghianat Gus Dur kok masih beraninya menggunakan nama Gus Dur. Itu namanya politisi tak bermoral," tegas Arizal.
 
Terlebih, Caleg DPRD Jatim dapil Jatim 1 asal Partai Persatuan Pembangunan itu membenarkan jika Gus Dur sempat membuat surat yang isinya melarang PKB menggunakan nama Gus Dur untuk berbagai kegiatan partai. 
 
"Bukti surat dokumen asli dari Gus Dur itu dibuat setelah beliau dipecat dari PKB dan ditandatangani pada 3 November 2008 silam," ungkap Ahmad Arizal. Dokumen tersebut saat ini masih disimpan oleh Mbak Yenny puteri almarum Gus Dur.
 
Ramai diberitakan sebelumnya, baliho milik Sekretaris Jenderal DPP PKB Imam Nahrawi yang menyertakan gambar sekaligus nama Gus Dur beredar di berbagai titik di Dapil I Jatim. Baliho tersebut menjadi sorotan banyak pihak hingga menjadi korban iseng pihak tertentu yang tak terima nama dan Gus Dur dicatut dalam atribut kampanye caleg PKB.

Pada baliho berukuran sekitar 2x3 meter yang memperkenalkan bahwa Imam Nahrawi maju sebagai calon legislator itu dirusak di bagian sama, yakni pada tulisan "Penerus Perjuangan Gus Dur". Di bagian itu sengaja disobek, sedangkan bagian lain tetap dibiarkan.
 
Menanggapi perusakan balihonya, Imam Nahrawi menyesalkan ulah oknum perusak tersebut. Nahrawi menyatakan rasa terima kasih adanya aksi perusakan balihonya. 
 
"Terima kasih kepada orang yang mengotaki dan orang yang disuruh merusak baliho saya, semoga hatinya disadarkan oleh Allah dan semoga kehidupan dunia dan akhiratnya selalu selamat, tenang dan tetap ada rasa cinta kepada keluarganya," ujar Anggota Komisi V DPR RI ini beberapa waktu lalu.
 
Bahkan Mantan Ketua DPW PKB Jatim ini mengaku biasa-biasa saja dengan adanya aksi perusakan baliho miliknya tersebut. "Saya sudah biasa dengan peristiwa-peristiwa tersebut sejak dulu. Saya positif saja kepada pelakunya dan saya menganggap mereka masih mencintai PKB, cinta pada Gus Dur dan pasti hatinya sayang pada saya," ujarnya. (vic/arw)
 
 

TERKINI

SELENGKAPNYA

FOKUS

SELENGKAPNYA
E-PAPER