Korban Banjir di Madura Kesulitan Air Bersih

Jumat, 14 Juni 2013  00:54

Korban Banjir di Madura Kesulitan Air Bersih

Pamekasan (BM) - Korban banjir di dua kabupaten di Pulau Madura, kini kesulitan air bersih karena tempat penampungan air mereka kemasukan air keruh.

Salah seorang korban banjir di Pamekasan
, Slamet, mengatakan dirinya terpaksa membali air mineral untuk kebutuhan memasak, karena air bersih di tempat penampungan air miliknya keruh akibat banjir."Kalau digunakan untuk memasak kan bahaya, Mas. Lebih baik beli air galon saja," katanya menuturkan.

Tidak hanya itu saja, sumur-sumur milik warga di Kecamatan Pademawu, Pamekasan
, juga keruh sehingga tidak bisa digunakan untuk memasak. Warga terpaksa membeli air mineral untuk kebutuhan memasak.

Hal yang sama juga dialami warga korban banjir di Kecamatan Kota Sampang. Sebab hampir semua tempat penampungan air bersih warga juga kotor dan tidak bisa digunakan untuk memasak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Iskandar mengatakan, pihaknya telah meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat untuk menyuplai kebutuhan air bersih warga, khususnya para korban banjir. "Menurut laporan yang kami terima, sebagian warga telah menerima bantuan air bersih. Mungkin yang tidak kebagian hari secepatnya akan didistribusikan," kata Iskandar.

Sebelumnya,banjir yang melanda dua kabupaten di Madura ini terjadi selama dua hari, yakni mulai Selasa (11/6) hingga Rabu (12/6). Banjir terjadi setelah selama dua hari hujan mengguyur kawasan itu dan air sungai meluap hingga ke perkampungan warga.

Di Pamekasan
, BPBD setempat mencatat sekitar 2.500 kepala keluarga di dua kecamatan menjadi korban banjir. Banjir tidak hanya menggenangi rumah-rumah warga, akan tetapi juga kantor pemerintahan. Demikian juga dengan di Kota Sampang. Sejumlah sekolahan terendam banjir dan banyak siswa meliburkan diri.

Aktivitas kantor pemerintah dan sejumlah lembaga pendidikan yang terendam banjir selama dua hari itu belum normal dan para petugas kantor terfokus untuk membersihkan lumpur dan kotoran akibat banjir itu. "Tadi kami hanya bersih-bersih saja. Jadi kegiatan kantor belum normal," kata Kepala Dinas Pertanian Pemkab Pamekasan Isye Windarti. (ant/ami)

 

TERKINI

SELENGKAPNYA

FOKUS

SELENGKAPNYA
E-PAPER