Sopir Keluhkan Kenaikan Tarif Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

Rabu, 26 Juni 2013  00:58

Sopir Keluhkan Kenaikan Tarif Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk
BANYUWANGI (BM) - Kementerian Perhubungan hari ini mensosialisasikan rencana kenaikan tarif penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk. Kenaikan tarif tersebut direalisasikan per 24 Juni 2013 pukul 00.00 WIB.

PT ASDP Ketapang, Banyuwangi, sudah memberlakukan kenaikan tarif baru untuk semua jenis kendaraan dan penumpang. Pemberlakukan kenaikan tarif tersebut sesuai dengan peraturan Menteri Perhubungan RI No. PM.36/tahun 2013 tanggal 24 Juni 2013 dan Keputusan Direksi PT ASDP Indonesia Ferry/Nomor KD.142/OP.404/ASDP-2013 tanggal 24 Juni 2013 tentang tarif angkutan penyeberangan antarpropinsi.

Menyikapi kenaikan tarif penyeberangan ini, sejumlah sopir truk bermuatan besar mengeluhkan kenaikan tarif tersebut. Pasalnya, tarif kenaikan tidak pernah disosialisaikan ASDP kepada para sopir . Justru kenaikan itu diketahui ketika para sopir membeli tiket untuk menyeberang ke Pulau Dewata. “Kami mengeluh itu, karena naiknya tarif tanpa adanya sosialisasi rencana kenaikan. Apalagi, uang saku yang diberikan majikanya hanya untuk membeli tiket dengan harga lama. Nah, karena ada kenaikan, akhirnya harus merogoh uang pribadi untuk menambah beli tiket,” ujar Ngurah, sopir truk ekpedisi kepada Berita Metro.

Sopir asal Surabaya tersebut mengaku terkejut ketika mau membeli tiket yang akan menyeberang ke Bali. Ngurah menyesalkan tidak adanya surat edaran atau sosialisasi tentang kenaikan tersebut. “Jadi, saya hanya dibekali uang saku oleh perusahaan sesuai tiket lama. Ini kan namanya seenaknya sendiri,” ungkapnya.

Ngurah menambahkan bahwa dengan kenaikan yang sebelumnya tidak disosialisasikan ini berarti mengurangi jatah ongkos yang diterimanya. Bila tarif naik, akan menambah beban perusahaan dan pendapatan sopir. "Uang saku saya sekarang sudah pas-pasan. Kalau naik, kita yang rugi," ujarnya.

Dari daftar kenaikan tarif tersebut menyebutkan bahwa penumpang dewasa Rp 6.500, naik Rp 500 dari tarif lama, yakni Rp 6000. Anak-anak menjadi Rp 5.500, yang sebelumnya Rp 5000. Kendaraan golongan I (sepeda gayung) tetap  Rp 8.000. Golongan II (Sepeda motor kurang dari 500 CC Rp 16.000 naik menjadi Rp 19.000. Golongan III (Sepeda motor lebih dari 500 CC naik menjadi Rp 36.000, yang sebelumnya Rp 32.000.

Sedangkan kendaraan golongan IV (panjang sampai 5 meter) tarif lama Rp 114.000, naik menjadi Rp 124.000. Kendaraan golongan V Rp 380.000,00 naik menjadi Rp 396.000,00. Golongan VII Rp 415.000, naik menjadi Rp 432.000. Golongan VIII Rp 629.000, naik menjadi Rp 654.000, dan golongan IX Rp 955.000, naik menjadi Rp 977.000. (ris/jam)

TERKINI

SELENGKAPNYA

FOKUS

SELENGKAPNYA
E-PAPER