Protes Kali Tercemar akibat Limbah

Jumat, 04 Oktober 2013  00:55

Protes Kali Tercemar akibat Limbah

TERCEMAR – Salah satu lokasi yang kuat sekali dugaan warga jadi  pusat pencemaran limbah di Dusun Kajongan, Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

TUBAN (BM) - Warga Dusun Kajongan, Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, dilanda keresahan akibat kondisi kali yang menjadi satu-satunya sumber penghidupan, baik untuk mandi, minum, serta pengairan sawah, kini tercemar.

Pengakuan salah satu warga setempat, Fathur Rohman (47), pencemaran air di kali mereka sudah berlangsung selama setahun terakhir. "Parahnya, baru akhir-akhir ini saja. Ketika musim kemarau," tutur Fathur, Kamis (3/10) siang.

Kali selebar tiga meter itu berada di antara pemukiman dan sawah warga. Kali ini melintasi tiga dusun di Desa Jenggolo, dan dimanfaatkan oleh ratusan kepala keluarga.

Dia menjelaskan, kali kini menjadi bau, keruh, dan aromanya tercium hingga rumah warga. Warga juga tak bisa menggunakan air kali untuk mandi, karena takut gatal-gatal.

Tidak hanya itu saja, Fathur memaparkan kalau warga yang sehari-hari bergantung pada air kali untuk minum sudah tak berani menggunakannya lagi.

“Alasannya, kami takut jadi penyakit kalau air kali dikonsumsi," kata Fathur.

Lalu dari mana limbah itu berasal? Fathur menduga jika limbah itu berasal dari pabrik pengolahan ikan yang berada di permukiman warga. Pabrik itu, sebut Fathur, menaruh pipa paralon pembuangan limbah di pinggir kali.

"Setiap sore, mereka membuang limbah di sini. Bahkan sisa-sisa limbah mereka menempel di tanah sekitar paralon," tuturnya.

Fathur mengatakan, masalah ini sebenarnya telah disampaikan kepada kepala desa setempat. Mereka juga sempat menggelar musyawarah bersama para pemilik pabrik pengolahan ikan di balai desa, namun hasil musyawarah itu tak memuaskan warga.

"Kami hanya meminta agar mereka mengolah limbah pabriknya. Jangan sampai limbah itu dibuang ke kali lagi," jelasnya.

Kepala Desa Jenggolo Dwi Utomo mengatakan, hasil musyarawah hingga kini belum menemukan kesepakatan. Alasannya, pihak pengusaha ikan keberatan memenuhi keinginan warga untuk membuang limbah ke laut.

Selain itu, menurut pengusaha ikan, limbah itu juga bisa jadi berasal dari pengusaha tambak. Karena alasan ini, Pemerintah Desa setempat berencana mengundang kembali pengusaha ikan, serta pertambakan di desanya untuk membahas masalah ini.

"Pertemuan ini rencananya akan berlangsung minggu depan," tutur Dwi.(tbn/yoc)

TERKINI

SELENGKAPNYA

FOKUS

SELENGKAPNYA
E-PAPER