Jalan dan Jembatan Dibiarkan Rusak

Rabu, 31 Juli 2013  00:03

Jalan dan Jembatan Dibiarkan Rusak

 

KEDIRI (BM)- Menjelang puncak arus mudik lebaran yang diprediksi pada H-4, beberapa ruas jalan jalur mudik alternatif di kawasan Kabupaten Kediri, belum tersentuh perbaikan. Kerusakan jalan mulai aspal berlubang  dan jalan bergelombang masih terlihat. Warga dan pengguna jalan pun mengeluh dan kecewa atas kondisi ini.

Salah satu keluhan dilontarkan Wono (34), warga asal Pagu, kepada Berita Metro,  Selasa (30/7). Di daerah Pagu terdapat jembatan dengan kondisi yang mengkhawatirkan, rusak sudah lama, tapi tak tersentuh perbaikan.

Padahal jembatan ini menjadi akses satu-satunya bagi pengguna jalan untuk ke Desa Pagu. Jalur kanan-kiri jembatan sudah tidak dapat dilintasi kendaraan. "Jalan parah rusaknya, nggak ada yang bisa dipilih. Bupati Kediri kalau lewat Surabaya, suruh melintasi Pagu, supaya tahu," ucap Wono dengan nada bicara kesal.
 
Pantauan Berita Metro, tepat di tengah jalan, tampak ada sebuah kursi panjang terbuat dari anyaman bambu dan tertancapi sebuah bendera. Selain itu, masyarakat juga menempatkan lontar dari bambu melintang dan melengkung di atas kursi lincak.

Menurut Wono, ini sengaja dipasang oleh warga untuk membuat tanda pada pengguna jalan yang sedang melintas di kawasan itu agar berhat-hati, karena jalan rusak, terutama di bagian jembatan.

Di tempat lain, jalan yang tak layak dilintasi kendaraan bermotor itu juga terjadi di depan Alfamart Pagu. Di jalur ini, kondisi jalan banyak aspal yang terkelupas, serta banyak lubang yang cukup dalam. Sehingga pengendara harus pandai menghindar. Jika tidak, bisa mendapat celaka.
 
Lebih parah lagi, kondisi jalan berada di depan Sekolah Dasar (SD) Tangkolan Desa Padangan, Kecamatan Pagu. Sudah beberapa kali pengguna jalan yang melintas jadi korban, hingga mengalami luka cukup parah.

Diungkapkan Wono, jika sudah berulang kali masyarakat berupaya untuk meminta kepada pemerintah Kabupaten Kediri agar jalan dan jembatan diperbaiki. Ini dilakukan melalui perangkat desa setempat. Namun, permintaaan itu tak pernah mendapat tanggapan yang memuaskan. Padahal, sebentar lagi jalur tersebut menjadi jalan alternatif saat mudik lebaran.

 Sekadar diketahui, setiap ada kemacetan di jalur utama Surabaya menuju Kediri, pihak kepolisian biasanya membuang arus lalu lintas melalui jalur alternatif Pagu. Dikhwatirkan masyarakat, jika belum
dilakuakan perbaikan,  boleh jadi akan banyak korban yang berjatuhan.

“Kami khawatir saja. Ya bukannya berharap terjadi hal yang buruk.  Tapi, kalau tidak segera dilakukan perbaikan, bukan tidak mungkin, akan menelan korban lebih banyak lagi,” ujarnya. (wan/bad/yoc)

TERKINI

SELENGKAPNYA

FOKUS

SELENGKAPNYA
E-PAPER