Guru Silat Dibacok, Warga PSHT Mengamuk

Kamis, 11 Juli 2013  00:44

Guru Silat Dibacok, Warga PSHT Mengamuk
Jember (BM) – Tidak terima guru silatnya dibacok, warga PSHT mengamuk dan merusak rumah warga bernama Purwanto (35). Pengrusakan ini diduga dilakukan oleh puluhan orang yang mengendarai sepeda motor dan melempari rumah dengan menggunakan batu

Pengrusakan rumah Purwanto diduga kuat dipicu pembacokan yang dilakukan Purwanto (35)terhadap Fajar Sukmono (45), seorang guru silat di Perguruan silat Setia Hati Teratai (PSHT) Ambulu.

Fajar dibacok di jalan raya Pontang oleh Purwanto dan adiknya bernama Heri alias Kipli (25). Kini korban dirawat di RS Daerah dr. Soebandi. "Kejadiannya Selasa kemarin. Korban mengalami luka di kepala, punggung, tangan, dan dada," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jember, AKP Makung Ismoyojati, Rabu (10/7).

Masih belum diketahui motif penganiayaan. Namun dua tersangka penganiayaan, Pur dan Heri alias Kifli, melarikan diri. Keduanya warga Desa Pontang Kecamatan Ambulu.

Kejadian bermula saat Fajar mendapatkan kabar dari Purwanto,  untuk datang ke sebuah warung Mbok Sayem di Dusun Pontang Tengah Desa Pontang Kecamatan Ambulu sekitar pukul 14.30 WIB. Saat tiba di lokasi, ternyata kedua orang ini terlibat cekcok. “Kita masih belum tahu apa yang membuat keduanya cekcok,” ujar AKP Makung Ismoyojati pula

AKP Makung Ismoyojati menjelasakan usai cekcok, keduanya yang masih ada hubungan kekerabatannya ini sepakat untuk menyelesaikannya di rumah Purwanto, tak jauh dari warung itu. Ternyata, cekcok tidak berhenti hingga akhirnya mereka bersepakat menyelesaikannya di Mapolsek Ambulu. Mereka ke Mapolsek Ambulu mengendarai mobil.

Di dalam mobil sudah ada Kipli, adik Purwanto. Ketika menuju Mapolsek inilah, keduanya menganiaya Fajar menggunakan senjata tajam yang sudah dibawa di dalam mobil.

Fajar sendiri terlihat sempat melawan karena tangannya terkena sabetan senjata tajam yang sepertinya menangkis serangan itu. Fajar tidak berdaya karena menghadapi dua orang. Melihat Fajar lemas, korban langsung ditinggalkan di pinggir jalan. "Karena warga sekitar tidak mau menjadi saksi atau memberikan keterangannya. Mereka memilih menjawab tidak tahu," tukas AKP Makung Ismoyojati

Korban ditemukan oleh warga setempat dan dilarikan ke Puskesmas Ambulu. Namun karena kondisinya kritis, maka ia langsung dirujuk ke RSD dr Soebandi Jember. Fajar mengalami luka bacok di kepala, tangan dan punggung. Petang harinya, ratusan orang mendatangi rumah Purwanto. Tanpa banyak cakap, mereka langsung melempari rumah itu memakai batu.

Meksipun polisi menduga, warga sekitar mengetahui aksi pelemparan dan pengrusakan rumah itu, mereka kompak memilih bungkam. "Saya tahu, tetapi lebih baik diam saja daripada kena getahnya dan malah ikut menjadi korban," ujar seorang warga setempat yang tidak mau disebut namanya.

Puas melihat rumah Purwanto rusak, ratusan orang itu meninggalkan rumah tersebut. Di tengah jalan, mereka sempat memukuli Siswanto, saudara Purwanto. Siswanto terluka memar di bagian pelipis dan mata sebelah kiri. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian ini (ant/ami)

TERKINI

SELENGKAPNYA

FOKUS

SELENGKAPNYA
E-PAPER