Bude Karwo Raih Satya Lencana Wirakarya

Senin, 15 Juli 2013  00:10

Bude Karwo Raih Satya Lencana Wirakarya
NTB (BM) – Jawa Timur kembali berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur Ny Dra Hj Nina Soekarwo meraih penghargaan Tanda Kehormatan Satya Lencana Wirakarya.

Tanda kehormatan tersebut disematkan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Bude Karwo, sapaan akrab Istri Gubernur Jatim itu, saat Puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-66 tahun 2013 di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, Jumat (12/7) sore.

“Apresiasi yang tinggi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Jatim yang ikut mengembangkan koperasi dan UMKM,” ujar Bude.

Satya Lencana Wirakarya merupakan sebuah tanda penghargaan yang dikeluarkan dan diberikan kepada warga negara Indonesia yang telah sangat berjasa dan berbakti kepada bangsa dan negara.

Selain Bude Karwo, Wali Kota Surabaya Ir Tri Rismaharini, MT dan Ketua Dekranasda Deli Serdang Hj Anita Amri Tambunan juga memperoleh penghargaan serupa.

Bude Karwo mengatakan, prestasi yang diperoleh atas kerja sama dari seluruh masyarakat Jatim yang terus mengembangkan koperasi dan UMKM di Jatim. Selama ini, TP PKK Jatim selaku organisasi yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat terus menjadi garda terdepan dalam mendorong upaya pengembangan koperasi dan UMKM.  Disamping itu, ikut menggerakkan perempuan agar lebih berdaya melalui koperasi dan UMKM.

Menurutnya, perempuan harus dibangun, ditingkatkan, dan diberdayakan ekonominya agar memiliki pendapatan dan bisa membantu kesejahteraan keluarga. “Peranan perempuan juga sangat berarti bagi perkembangan koperasi dan UMKM di Jatim. Perempuan Jatim memiliki kemampuan daya saing yang tinggi dalam pemberdayaan serta peningkatan ekonomi kemasyarakatan,” pungkasnya.

 
Koperasi Dongkrak Ekonomi Nasional
Prestasi yang diraih Bude Karwo ini sejalan dengan konsep yang diterapkan Pemprov Jatim yang terus berkomitmen untuk mengembangkan potensi koperasi dan UMKM melalui berbagai program dan kegiatan.

Seperti bantuan modal untuk koperasi wanita di seluruh pedesaan yang ada di Jatim, memberikan kredit melalui Bank UMKM Jatim kepada usaha menengah dan kecil yang feasible tetapi tidak bankable, mengurangi pengangguran dan membangun pemberdayaan ekonomi perempuan.

Berdasarkan data, pertumbuhan koperasi di Jatim pada triwulan I tahun 2013 sebanyak 29.160 unit dengan anggota dan pengurus sebanyak 12 juta orang. Aset dan omzet setiap tahun mengalami kenaikan sebesar 10 sampai 15 persen. Hingga saat ini, omzet yang tercatat mencapai Rp 30 triliun.

Sementara itu, dalam sambutannya, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, Koperasi Indonesia sangat penting dan tumbuh dengan baik. Koperasi di Indonesia, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah, tumbuh dan berkembang pesat tahun-tahun terakhir ini. Presiden minta para penggerak koperasi untuk tak pernah berhenti menjemput kesempatan ini.

Peran koperasi, kata SBY, menjadi sangat penting untuk melakukan koreksi terhadap perekonomian global. Alasannya, tidak semua hal bisa diserahkan kepada mekanisme pasar karena hanya akan memunculkan ketidakadilan dan pertumbuhan dunia yang tidak merata.

“Saya rasa, kita sepakat untuk mencegah terjadinya kesenjangan yang semakin melebar. Semua pihak, termasuk koperasi, berperan untuk mencegah semakin lebarnya kesanjangan ini," katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, ekonomi yang berbasis koperasi, usaha kecil, dan menengah, harus lebih digerakkan. Yang dilakukan para penggiat koperasi sangat bermanfaat bagi masyarakat, pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kehidupan masyarakat Indonesia. Untuk itu, ia meminta agar para penggiat terus berjuang untuk mengembangkan perkoperasian di Indonesia.

Menurut Presiden SBY, melalui koperasi, ekonomi akan tumbuh secara lebih berkeadilan dan merata. Kalau koperasi dan UMKM tumbuh baik, maka negara akan mendapatkan penghasilan yang tinggi digunakan untuk pembangunan. “Kita gerakkan koperasi dan UMKM agar distribusi pertumbuhan ekonomi bisa menjangkau hingga seluruh pelosok tanah air Indonesia,” pintanya.  

Lebih lanjut disampaikannya, koperasi harus berjuang untuk mencegah semakin melebarnya kesenjangan dengan cara lebih peduli, berpihak, dan menggerakkan ekonomi yang berbasis masyarakat.

“Jangan biarkan hukum-hukum perekonomian global yang sering tidak menghadirkan keadilan, berjalan tanpa koreksi. Bangsa kita sendiri yang harus melakukan segala sesuatunya demi keadilan dan pemerataan ekonomi di negeri kita sendiri,” tegasnya. 

Ia menjelaskan, koperasi dan UMKM saling berkaitan. UMKM merupakan suatu bentuk usaha, sedangkan koperasi adalah wadah atau gerakan yang membawahi unit-unit usaha. Maka anggota koperasi akan mendapatkan keuntungan yang adil. “Artinya, jika koperasi tumbuh di Indonesia, masyarakat akan mendapatkan keuntungan yang adil. Oleh karena itu, koperasi bersifat mulia karena menaburkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. 

Pada puncak peringatan Hari Koperasi ke-66 tahun 2013 tersebut, Menteri Koperasi dan UKM menyerahkan penghargaan Bhakti Koperasi kepada para pihak yang berjasa mengembangkan koperasi.

Para penerima penghargaan tersebut diantaranya Bupati Sragen Provinsi Jawa Tengah, Agus Fatchurrahman, SH, MM; Bupati Banjar Provinsi Kalimantan Selatan, H Pangeran Khairul Saleh; Ketua Dekopinwil Provinsi Banten, Hj Ratu Atut Chassanah, SE, M.Ak; Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Patra, SH, MH; Direktur Utama PT Semen Padang Provinsi Sumatera Barat, Ir Munadi Arifin, SE, MM.

Selain itu, Menteri Koperasi dan UKM menyerahkan penghargaan Koperasi Berprestasi kepada KPRI Guru-guru Raung Provinsi Jatim, H Abdul Aziz; Koperasi Kredit Mandiri Provinsi Sumatera Utara, Valerius Aritonang, SH; KUD Gajah Mada Provinsi Kalimantan Selatan, Sembiring; Koperasi Patra Provinsi DKI Jakarta, Dony J Subekti; KUD Sumber Makmur Provinsi Riau, H Kuntadi; KPN Kesehatan Provinsi NTB, H Hasyim; KSP Bhakti Huria Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Amrip; Koperasi Bolum Buen Provinsi Kalimantan Timur, Dadang Yudiantara; Koperasi Warga Pletim Provinsi Bangka Belitung, Fahrizal Abubakar; dan KPRI Kopergub Sulawesi Utara, Drs GAM Saroinsong.      

Presiden RI SBY juga menyematkan Satya Lencana Pembangunan kepada Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Ir H Agus Arifin Nu’mang, MS; Bupati Sarolangun Provinsi Jambi, Drs H Cek Endra; Bupati Gunung Kidul Provinsi DI Yogyakarta, Hj Badingah, S.Sos; Wali Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara, Jimmy Feidie Eman, SE, Ak; Wali Kota Mataram Provinsi NTB,H Ahyar Abduh; Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim, Dr Ir Fattah Jasin, MS; Rektor Universitas Sebelas Maret Prof Dr H Ravik Karsidi, MS.

Hadir dalam kesempatan ini antara lain, Menko Perekonomian, Hatta Rajasa; Mensesneg, Sudi Silalahi; Menteri Kelautan dan Perikanan, Cicip Sharif Sutardjo; Menakertrans, Muhaimin Iskandar; Menteri Agama, Suryadharma Ali; dan Menteri Koperasi dan UKM, Syarifudddin Hasan. (hms/mza)

TERKINI

SELENGKAPNYA

FOKUS

SELENGKAPNYA
E-PAPER