Korupsi PNPM Rp 101 Juta

Senin, 08 Juli 2013  00:59

Korupsi PNPM Rp 101 Juta
TUBAN (BM) - Winingsih (40), Ketua Kelompok Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) asal Desa Saringembat, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, harus mendekam di tahanan Mapolres Tuban. Dia diduga melakukan korupsi uang PNPM sebesar Rp 101 juta lebih.

Kasus korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) berawal saat kelompok masyarakat dari Desa Saringembat, Kecamatan Singgahan, Tuban itu mengajukan dana pinjaman kepada PNPM sebesar Rp 200 juta.

Selanjutnya, mulai Agustus 2011 yang lalu, sebanyak delapan kelompok yang ada di desa itu mendapatkan pinjaman dari PNPM sebesar 178 juta. Dana tersebut dibagikan untuk delapan kelompok yang masing-masing mendapatkan pinjaman antara Rp 20-30 juta.

Dari delapan kelompak masyarakat yang mendapatkan dana tersebut kemudian melakukan angsuran untuk pengembalian uang pinjaman pemberdayaan itu dengan menitipkan uang angsuran kepada Winingsih, yang saat itu sebagai Ketua KPMD untuk dibayarkan kepada Bendahara UPK Kecamatan.

"Namun oleh Winingsih, uang angsuran dari delapan kelompok itu sejak Angustus 2011 sampai dengan Juli 2012, tidak disetorkan kepada UPK. Dan uang untuk angusran itu digunakan untuk kepentingan pribadi," terang AKP Wahyu Hidayat, Kasat Reskrim Polres Tuban, Minggu (7/7).

Akibat perbuatannya merugikan negara itu, Winingsih dijerat dengan pasal 3 dan 8, UU No. 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman penjara seumur hidup. (tbn/rum)

TERKINI

SELENGKAPNYA

FOKUS

SELENGKAPNYA
E-PAPER