Puasa Kabulkan Hajat

Selasa, 16 Juli 2013  00:33

Puasa Kabulkan Hajat

Semua orang pasti ingin hajatnya terkabul. Untuk mencapai itu banyak macam-macam cara yang dilakukan manusia. Adakalanya dengan cara yang tidak dibenarkan oleh ajaran Islam maupun cara yang sudah sesuai dengan Al-Quran dan Hadist.

Seperti orang yang punya keinginan akan tetapi malah pergi ke dukun. Dan perbuatan tersebut jelas tidak diperkenankan oleh ajaran Islam,karena termasuk Syirik yang tergolong dosa besar.

Dan juga adakalanya cara yang sudah sesuai dengan ajaran Islam. Seperti berpuasa agar hajat lekas tercapai. Karena puasa adalah amalan yang langsung pahalany dari Allah yang dapat mendekatkan diri kepada - Nya.

Seperti dijelaskan didalam hadis qudsi. Dari Abu Hurairah r.a.berkata: "Rasulullah s.a.w. ber-sabda: "Allah 'Azzawajalla berfirman: "Semua amal perbuatan anak Adam - yakni manusia - itu adalah untuknya, melainkan berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah untukKu dan AKU akan memberikan balasan dengannya.”

Dari itu dapat diketahui, betapa pentingnya puasa itu untuk mendekatkan diri kepada Allah. Selain itu didalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah, berkata , “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).

Kalau seorang sudah dekat dengan Allah, dan dosa-dosanya sudah diampuni, Insya Allah kalau berdoa akan mudah terkabul. Dan di bulan ramadan inilah jadi saat yang tepat. Jangan berputus asa.

Terutama bagi yang bekerja, hasilnya akan sungguh luar biasa. Meskipun sambil bekerja tetaplah berpuasa. Karena orang yang sudah bekerja berat, terus tidak puasa dimunkinkan hartanya kurang berkah.

Dan juga kalau orang yang bekerja sudah berat, dan gajinya pas-pasan akan tetapi mau melakukan puasa Ramadan insya Allah di bulan berikutnya rizkinya akan semakin luas.

Untuk itu juga diperlukan manajemen yang baik untuk menyambut bulan ramdahan yang penuh berkah, ampunan dan rahmat ini dengan sebaik-baiknya. Diantaranya dengan cara sebelas bulan digunakan untuk bekerja sambil menyisihkan uang. Begitu Ramdan tiba, maka hasil uang yang disisihkan tersebut, bisa digunakan untuk ibadah di bulan puasa dengan sungguh-sungguh. Kalau mau seperti itu Insya Allah hidup menjadi berubah lebih baik lagi.(bad/bud/yoc)

Oleh : Dr KH Amad Subakir, MAg.

( Ketua PC NU Kota Kediri dan Ketua STAIN Kota Kediri )

TERKINI

SELENGKAPNYA

FOKUS

SELENGKAPNYA
E-PAPER